Mahakarya Goa Kreo 2026, Upaya Semarang Jaga Tradisi di Tengah Modernitas
Ket.foto : "2025-04-12 Ritual & Kirab Budaya “Sesaji Rewanda” Di Desa Wisata Kandri (WLKT)"
SEMARANG, (Adaharapan.net) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menghadirkan suguhan budaya yang memikat dengan memadukan seni pertunjukan modern dan ritual tradisi dalam rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda.
Digelar di kawasan Gunungpati, acara ini menjadi daya tarik wisata sekaligus upaya pelestarian budaya yang sarat makna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pagelaran “Mahakarya Legenda” pada Jumat malam, 27 Maret 2026, di Plaza Kandri.
Pertunjukan ini menampilkan kreativitas seni kontemporer yang mengangkat kisah-kisah legenda lokal dengan sentuhan artistik generasi muda.
Puncak acara akan berlangsung pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026 melalui ritual tahunan Sesaji Rewanda di Obyek Wisata Goa Kreo.
Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jejak sejarah dakwah Sunan Kalijaga sekaligus simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa penggabungan dua agenda tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan strategi untuk menjaga keberlangsungan budaya di tengah perkembangan zaman.
“Kami ingin tradisi tetap hidup dan relevan. Mahakarya Goa Kreo menjadi ruang ekspresi generasi muda, sementara Sesaji Rewanda menguatkan nilai spiritual dan rasa syukur kepada Tuhan melalui penghormatan terhadap alam,” ujarnya.
Prosesi sakral Sesaji Rewanda akan diawali dengan kirab dari Masjid Al-Mabrur menuju kawasan Goa Kreo.
Dalam iring-iringan tersebut, replika kayu jati yang melambangkan perjuangan Sunan Kalijaga akan dipikul oleh delapan orang, diikuti sembilan Santri Kanjengan serta ikon khas kawasan tersebut, Kera Bangbintulu.
Tak hanya itu, enam gunungan berisi hasil bumi turut dikirab, mulai dari Gunungan Sesaji, buah-buahan, nasi kuning, hasil pertanian, kupat lepet, hingga nasi golong.
Setelah didoakan, gunungan tersebut dipersembahkan secara simbolis kepada kawanan kera sebelum dibagikan kepada masyarakat yang hadir sebagai bentuk tradisi “ngalap berkah”.
Selain nilai budaya dan spiritual, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Dengan rangkaian acara yang berlangsung dari malam hingga pagi hari, wisatawan didorong untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kawasan Desa Wisata Kandri.
Pemerintah Kota Semarang pun mengajak masyarakat luas untuk turut menyaksikan keunikan tradisi ini secara langsung. Selain mendapatkan pengalaman budaya, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam Goa Kreo yang masih asri.
Dengan perpaduan antara kreativitas modern dan kearifan lokal, Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
Sumber : Humas Pemkot Semarang

0 Komentar