Dorong Kompetensi Bahasa Asing, USM LCC Buka Peluang Kerja Sama dengan PT Enle

0 Komentar


Ket.foto : LCC-ENLE, GM PT Enle Indonesia Tech, Eric Feng (tengah) diterima Adiprana Yogatama (kanan) dan Khoirudin (dosen FTIK USM).

SEMARANG, (Adaharapan.net) - Upaya memperluas jejaring dan menjawab kebutuhan global terus dilakukan Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC). Terbaru, lembaga ini menjajaki kerja sama strategis dengan PT Enle Indonesia Tech dalam berbagai bidang pengembangan bahasa dan sumber daya manusia.

Penjajakan tersebut ditandai dengan kunjungan General Manager PT Enle Indonesia Tech, Eric Feng, ke kantor LCC yang berada di lingkungan Universitas Semarang. Kehadirannya disambut langsung oleh Adiprana Yogatama di Gedung Ir Widjatmoko.

Adiprana Yogatama mengungkapkan, peluang kerja sama yang dibahas cukup luas dan menyasar kebutuhan praktis di dunia industri maupun pendidikan. Salah satunya adalah penyelenggaraan program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) bagi tenaga kerja asing, khususnya dari China yang bekerja di PT Enle.

Tak hanya itu, kedua pihak juga membuka peluang pengembangan kelas Bahasa Mandarin, baik untuk sivitas akademika USM maupun masyarakat umum. Kolaborasi lain yang turut dibahas mencakup layanan penerjemahan dokumen, pelatihan ekspor-impor, hingga persiapan studi ke luar negeri.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan penyediaan tenaga kerja profesional, PT Enle Indonesia Tech memiliki cakupan bisnis yang luas, mulai dari layanan teknologi hingga manajemen sumber daya manusia. Perusahaan ini juga dikenal aktif membuka peluang kerja di berbagai bidang, seperti keuangan, perpajakan, pengembangan bisnis, hingga layanan pelanggan.

Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi dinamika zaman.

“Sekarang ini bukan lagi era kompetisi semata, tetapi era kolaborasi. Dengan berkembangnya kawasan industri seperti Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang, kebutuhan akan penguasaan bahasa asing, khususnya Mandarin, semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut Adi, masuknya investor dan tenaga kerja asing, terutama dari China, mendorong pentingnya penguasaan dua arah bahasa. Di satu sisi, tenaga kerja asing membutuhkan kemampuan Bahasa Indonesia melalui program BIPA. Di sisi lain, masyarakat lokal dituntut untuk menguasai Bahasa Mandarin guna meningkatkan daya saing.

Selain menjajaki kerja sama, USM LCC juga terus memperkuat layanan akademiknya. Salah satunya dengan kembali menggelar tes TOEFL ITP pada 29 April 2026, sebagai bagian dari kerja sama dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF).

Tes TOEFL ITP sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam dunia akademik dan profesional, mulai dari syarat kelulusan, pengajuan beasiswa seperti LPDP, hingga kebutuhan rekrutmen di instansi pemerintah dan BUMN.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, USM LCC menegaskan komitmennya untuk terus memperluas sinergi, baik dengan mitra industri maupun lembaga pendidikan, guna mendukung kemajuan institusi dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di era global.

0 Komentar