Menteri Koperasi Tekankan Operasionalisasi Koperasi Merah Putih di Jateng Saat Pengukuhan Dekopinwil
SEMARANG, (Adaharapan.net) - Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Jawa Tengah (Jateng) resmi menggelar acara pengukuhan pengurus sekaligus Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2026 di Wisma Perdamaian, Jalan Pemuda, Semarang, Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat negara, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan sektor koperasi dan ekonomi kerakyatan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, jajaran Dekopin Pusat, Forkopimda Jawa Tengah, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia Kristianto, serta perwakilan Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Turut hadir pula Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko, Bank Indonesia wilayah Jawa Tengah, Direktur PT BPR BKK Jawa Tengah, Direktur Jamkrida Jawa Tengah, serta para tokoh gerakan koperasi, akademisi, dan pelaku usaha.
Sejumlah lembaga keuangan daerah seperti Bank Jateng, PT BPR BKK Jateng, dan Jamkrida Jateng turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menteri Koperasi: Koperasi Harus Masuk Tahap Operasional dan Kolaborasi Nyata
Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono menegaskan bahwa penguatan koperasi saat ini harus memasuki tahap yang lebih konkret, terutama dalam operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta kolaborasi usaha yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa datang menghadiri undangan dari Dekopinwil Provinsi Jawa Tengah untuk menghadiri pengukuhan pengurus Dekopinwil Jawa Tengah sekaligus membuka Rapat Kerja Wilayah Provinsi Jawa Tengah," kata Ferry Juliantono kepada awak media, Selasa, 14 April 2026.
"Saya bersama Pak Gubernur Jawa Tengah dan teman-teman dari Dekopin Pusat. Saya merasa berbahagia dan berharap Dekopin, khususnya di Jawa Tengah, bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan kami di Kementerian Koperasi untuk mensukseskan dan menghidupkan kembali aktivitas badan usaha koperasi di Jawa Tengah agar dapat berkontribusi sebaik-baiknya dalam mendorong kegiatan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa penguatan koperasi di daerah diharapkan mampu mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Jawa Tengah.
“Harapannya agar bisa membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat,” jelasnya.
Ferry juga menyinggung arahan Presiden terkait program prioritas nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ia mengapresiasi capaian Jawa Tengah yang dinilai sebagai salah satu provinsi tercepat dalam implementasi program tersebut.
“Provinsi Jawa Tengah termasuk yang tercepat, dan sekarang sudah dalam tahap proses pembangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapannya. Sekitar 75 persen sedang dibangun. Terima kasih kepada Pak Gubernur. Saat ini kita memasuki tahap persiapan operasionalisasi,” ungkapnya.
Menurutnya, pada tahap ini diperlukan sinergi antara Dekopinwil Jawa Tengah, Bank Indonesia, Bank Jateng, serta lembaga pengelola dana bergulir untuk menggerakkan UMKM lokal.
“Kami akan mengkurasi, menginkubasi, dan mengangkat produk UMKM lokal di Jawa Tengah. Produk-produk tersebut nantinya akan diprioritaskan untuk dijual di gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah,” jelasnya.
Selain itu, Kementerian Koperasi juga akan mendorong penguatan sektor pascaproduksi untuk menyerap hasil pertanian dan peternakan masyarakat.
“Kita akan mendorong kegiatan pascaproduksi, penyerapan hasil produk masyarakat seperti tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan lain-lain,” katanya.
Ferry juga menekankan pentingnya pengembangan industri kecil berbasis koperasi.
“Kita bisa belajar membuat sabun, sampo, detergen, sampai sambal sendiri. Itu bisa menghidupkan industri kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah serta menjadi terobosan untuk memecahkan berbagai masalah di masyarakat,” lanjut dia.
Ia berharap Dekopinwil Jawa Tengah dapat bergerak seirama dengan Kementerian Koperasi.
“Amanah ini tidak ringan karena Dekopin adalah satu tarikan napas yang harus sama dengan Kemenkop,” tegasnya.
Ferry juga berharap Dekopinwil Jateng dapat menjadi contoh koperasi modern yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Gubernur Jateng: Koperasi Jadi Urat Nadi Ekonomi Rakyat
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas pengukuhan pengurus Dekopinwil Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
“Saya selaku Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah melantik pengurus Dekopinwil Jawa Tengah. Artinya, Dekopinwil ini merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi wilayah. Dengan terbentuknya Dekopinwil, mereka menjadi sumber inspirasi bagi koperasi-koperasi di daerah kita,” ujar Luthfi.
Ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, akan memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat bawah.
“Dengan koperasi di wilayah kita, secara tidak langsung kita mengangkat ekonomi kerakyatan. UMKM kita jumlahnya hampir 4,2 juta usaha mikro yang harus naik kelas menjadi usaha kecil, kemudian menengah,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah kabupaten/kota memiliki peran dalam pembinaan UMKM mikro, sementara pemerintah provinsi berperan pada level lanjutan ketika UMKM naik kelas.
“Kalau masih mikro itu kewajiban bupati dan wali kota. Kalau sudah naik kelas menjadi kecil dan menengah, itu kewajiban provinsi. Mereka bisa diekspor, tetapi butuh bimbingan dan arahan, terutama dari koperasi sebagai bentuk pendampingan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya koperasi dalam mencegah praktik pinjaman ilegal.
“Tidak ada lagi masyarakat kita yang terkena rentenir, tidak ada lagi masyarakat yang kena pinjol, karena koperasinya hidup,” tegasnya.
Gubernur berharap koperasi di Jawa Tengah dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
“Itu yang menjadi sasaran kita ke depan, sehingga ekonomi di tingkat bawah bisa berkembang pesat dengan adanya koperasi yang sudah terbentuk,” pungkasnya.
Data Koperasi Jawa Tengah
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, saat ini terdapat 19.022 koperasi aktif dengan lebih dari 6,8 juta anggota. Total aset koperasi mencapai Rp60,13 triliun dengan volume usaha Rp43,78 triliun serta imbal hasil kepada anggota sebesar Rp1,16 triliun.
Sementara itu, terdapat 8.523 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 6.271 unit telah beroperasi, dan 1.466 unit telah memiliki gerai fisik sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Acara pengukuhan dan Rakerwil Dekopinwil Jawa Tengah 2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan gerakan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di daerah.***

0 Komentar