Sekolah Bonsai Pertama di Semarang Resmi Dibuka, Fokus pada Peluang Usaha

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pertanian resmi meluncurkan program Sekolah Seni dan Budidaya Bonsai sebagai upaya mendorong kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis tanaman hias.

Program ini merupakan hasil kerjasama dengan Akademi Bonsai Semarang (Abon Semar), wadah yang fokus pada edukasi dan pengembangan seni bonsai.

Peluncuran program atau pembukaan Sekolah Seni dan Budidaya Bonsai digelar pada Sabtu, 11 April 2026, di Aula Kantor Dinas Pertanian Kota Semarang, Jalan Mulawarman Raya No. 1C, Banyumanik.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, yang mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini menjadi pelatihan bonsai pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah kota.

“Ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengembangkan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Bonsai bukan hanya hobi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Shoti'ah.

Antusiasme Tinggi Peserta

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam waktu singkat, sebanyak 123 orang mendaftar, namun setelah melalui proses seleksi, hanya 42 peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif.

Selain itu, delapan peserta lainnya turut bergabung sebagai peninjau dengan biaya mandiri, sehingga total peserta mencapai 50 orang.

Para peserta yang lolos seleksi mendapatkan fasilitas lengkap dari pemerintah, mulai dari modul pembelajaran, alat kerja, bahan tanaman, seragam, hingga sertifikat.

Sementara peserta peninjau tetap memperoleh pendampingan serta kesempatan mendapatkan sertifikat dengan syarat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Pelatihan Komprehensif dari Hulu ke Hilir

Program pelatihan dirancang secara menyeluruh, mencakup aspek budidaya hingga pemasaran.

Peserta akan mempelajari teori dasar bonsai, teknik pembentukan berbagai gaya, hingga praktik langsung menggunakan beragam jenis tanaman seperti beringin, asem, waru, anting putri, sancang, dan bugenvil.

Pelatihan ini berlangsung selama lima bulan dengan total 10 kali pertemuan dan dijadwalkan berakhir pada 24 Oktober 2026.

Pendekatan pembelajaran lebih difokuskan pada praktik agar peserta mampu menguasai keterampilan secara konkret.

Selain itu, aspek kewirausahaan juga menjadi perhatian utama. Peserta dibekali strategi pemasaran, termasuk cara membangun jaringan komunitas dan memahami kebutuhan pasar, sehingga mampu mengembangkan bonsai sebagai produk bernilai jual.

Bekerjasama dengan Akademi Bonsai Semarang (Abon Semar)

Founder Akademi Bonsai Semarang, Alex Efendi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Semarang kepada Abon Semar.

Menurutnya, Akademi Bonsai Semarang yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2025 berkomitmen untuk mengembangkan seni bonsai sekaligus menjadikannya sebagai peluang usaha bagi masyarakat.

“Bonsai tidak hanya soal estetika, tetapi juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kami ingin peserta memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha kreatif,” kata Alex.

Ia juga menilai tingginya minat masyarakat terhadap program ini menunjukkan bahwa bonsai memiliki daya tarik kuat, baik sebagai seni maupun sebagai peluang bisnis.

Dorong Ekonomi Kreatif

Dinas Pertanian Kota Semarang menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Selain membentuk karakter yang tekun dan kreatif, program ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru di bidang bonsai.

Sebagai bentuk keberlanjutan, pemerintah juga menyediakan fasilitas lahan budidaya untuk mendukung peserta dalam mengembangkan keterampilan setelah pelatihan selesai.

Peserta terbaik nantinya akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

Melalui sinergi antara pemerintah dan komunitas, Sekolah Seni dan Budidaya Bonsai diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan semata, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Kota Semarang.***

0 Komentar