Sinergi Pusat dan Daerah, UMKM Wonosobo Didorong Adaptif Hadapi Era Digital

0 Komentar


WONOSOBO, (Adaharapan.net) - Kementerian UMKM Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pemasaran Digital Usaha Mikro berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo menggelar Workshop JURAGAN UMKM Digitalisasi Usaha Mikro di halaman Gedung Sasana Adipura Kencana, Kabupaten Wonosobo, Kamis, 23 April 2026, pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi rangkaian pembuka sebelum pelaksanaan Wonosobo Expo 2026 yang digelar selama empat hari di lokasi yang sama.

Workshop tersebut diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kabupaten Wonosobo.

Mengusung tema “Cerdas Digital: Strategi Perluasan Akses Pasar dan Pemanfaatan Ekosistem Digital untuk UMKM Naik Kelas”, kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku usaha mikro dalam memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas pasar, baik secara offline maupun online.

Acara dipandu oleh moderator Sigit Pramana dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta pemangku kepentingan, di antaranya Tutut Dwi Laksanawati dari Kementerian UMKM RI, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo Achmad Fathoni, S.Sos., M.T., para narasumber, serta peserta UMKM dan tamu undangan lainnya.

Dorongan Transformasi Digital UMKM

Dalam sambutannya, Tutut Dwi Laksanawati dari Keasistenan Deputi Bidang Pemasaran Digital Usaha Mikro Kementerian UMKM RI menegaskan pentingnya transformasi digital bagi pelaku usaha mikro di era saat ini.

Ia menyampaikan bahwa program JURAGAN UMKM merupakan salah satu strategi nasional untuk mendorong UMKM naik kelas melalui integrasi akses pasar digital dan konvensional.

“Harapannya ke depan bisa meningkatkan penjualan dan omzet Bapak Ibu sekalian. Acara ini diikuti kurang lebih 100 UMKM di Kabupaten Wonosobo," kata Tutut.

Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Wonosobo, terutama kepada Pak Kadis dan jajarannya serta seluruh panitia pelaksana pada pagi hari ini,” imbuhnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang hadir dan meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada Bapak Ibu para pengusaha UMKM Wonosobo yang telah berusaha meluangkan waktu untuk hadir di acara workshop pagi ini. Ini merupakan kesempatan bagi Bapak dan Ibu untuk belajar memanfaatkan ekosistem digital,” jelasnya.

Menurutnya, di era digital saat ini pelaku UMKM tidak lagi bisa hanya mengandalkan metode penjualan manual.

“Di era digitalisasi saat ini kita tidak bisa bergantung pada penjualan secara manual. Kita juga harus memanfaatkan ekosistem digital, baik melalui media sosial, marketplace, maupun fitur-fitur digital yang sudah tersedia saat ini," katanya.

"Khususnya seperti yang telah disampaikan Pak Kadis terkait pemanfaatan AI, itu bisa membantu meningkatkan kualitas usaha,” jelasnya.

Tutut Dwi Laksanawati juga menegaskan bahwa JURAGAN UMKM merupakan program strategis Kementerian UMKM yang berfokus pada sinergi perluasan akses pasar offline dan online.

“Di mana JURAGAN UMKM itu salah satu program strategis di Deputi bidang usaha mikro Kementerian UMKM, di mana kita memfasilitasi dan mensinergikan antara perluasan akses pasar offline dan perluasan akses pasar online dengan memanfaatkan ekosistem digital,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo, Achmad Fathoni, S.Sos., M.T., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai program kolaboratif, khususnya dalam percepatan transformasi digital.

Ia menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus diperkuat daya saingnya agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman yang sangat cepat.

“UMKM adalah kekuatan utama ekonomi kita di daerah. Karena itu, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh stakeholder agar UMKM Wonosobo benar-benar naik kelas,” kata Achmad Fathoni saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka kegiatan workshop JURAGAN UMKM.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan platform digital sebagai bagian dari strategi usaha modern.

“Sekarang ini kita tidak hanya bicara jual beli secara konvensional. Kita sudah masuk pada era digital dan bahkan AI. Ini bukan pilihan, tetapi kebutuhan. UMKM harus mulai belajar, mencoba, dan beradaptasi agar tidak tertinggal,” tegasnya.

Achmad Fathoni juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pola pikir bisnis.

“Kami di pemerintah daerah berupaya tidak hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi juga pendampingan. Karena perubahan mindset itu lebih penting daripada sekadar kemampuan teknis. Digitalisasi harus dimaknai sebagai perubahan cara berpikir dalam menjalankan usaha,” tambahnya.

Ia juga berharap kegiatan workshop seperti ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku UMKM, sehingga tercipta ekosistem usaha yang lebih kuat dan kompetitif.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini saja, tetapi terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat UMKM Wonosobo agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan global,” pungkasnya.***

0 Komentar