Jembatan di Purwoyoso Ambles, Pemkot Semarang Tutup Total Akses Jalan

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menangani amblesnya jembatan di Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, yang terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan penanganan darurat guna memastikan keselamatan warga dan memulihkan akses infrastruktur di kawasan tersebut.

Tak lama setelah menerima laporan kejadian, tim teknis DPU bersama perangkat wilayah dan lurah setempat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta memetakan tingkat kerusakan jembatan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kecelakaan, akses jalan di area terdampak kini ditutup total.

“Begitu menerima laporan amblesnya jembatan di Jalan Honggowongso pada Jumat lalu, kami langsung menginstruksikan tim bersama Lurah Purwoyoso untuk mengamankan lokasi," kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, Minggu, 17 Mei 2026.

"Prioritas utama kami saat itu adalah keselamatan warga, sehingga penutupan jalur langsung diberlakukan agar tidak ada masyarakat yang melintas di area berbahaya tersebut,” imbuhnya.

Pemkot Semarang melalui DPU juga telah menyiapkan langkah penanganan menyeluruh, mulai dari rekonstruksi jembatan, pembangunan kembali dinding sayap yang runtuh, hingga perbaikan bantalan jalan yang ikut terdampak ambles.

Sebagai tahap awal pekerjaan fisik, alat berat berupa ekskavator dijadwalkan mulai diterjunkan ke lokasi pada Senin, 18 Mei 2026 untuk melakukan pembersihan puing dan pengerjaan tanah.

“DPU sudah memetakan fokus perbaikan, mulai dari penguatan struktur utama jembatan, dinding sayap, hingga pemulihan akses jalannya," jelasnya.

"Kami tidak ingin menunda-nunda, sehingga besok Senin, ekskavator akan langsung diterjunkan ke Purwoyoso untuk memulai pengerjaan fisik secara masif,” ungkapnya.

Proses pemulihan infrastruktur tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar 45 hari kalender.

Pemerintah Kota Semarang menargetkan seluruh pengerjaan dapat selesai tepat waktu apabila kondisi lapangan dan cuaca mendukung.

Selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan maupun kepadatan kendaraan di sekitar lokasi proyek.

“Karena pengerjaan ini memakan waktu, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan sangat mengharapkan kerja sama warga sekitar serta pengguna jalan untuk beralih ke jalur alternatif sementara waktu demi kelancaran aktivitas bersama,” pungkas Agustina.***

0 Komentar