Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Kampanyekan Bahaya Kekerasan Verbal dan Psikis

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye edukasi tentang bahaya kekerasan verbal dan psikis di SMP Negeri 39 Semarang, belum lama ini.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 39 Semarang dengan menghadirkan narasumber Dosen Psikologi USM, Kimmy Katkar, S.Psi., M.Psi., serta mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, Rifqi Aswin Khoirul M.

Ketua Panitia, Salsabila Wardiana mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai berbagai bentuk serta dampak kekerasan verbal dan psikis yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi USM untuk memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya komunikasi sehat dan bebas dari kekerasan.

“Kampanye ini merupakan aplikasi dari mata kuliah Komunikasi Jender dan Minoritas yang diampu dosen pengampu Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si. Edukasi mengenai kekerasan verbal dan psikis penting diberikan sejak dini karena banyak tindakan yang dianggap bercanda justru dapat meninggalkan dampak emosional bagi korban,” katanya.

Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Jender dan Minoritas USM, Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong mahasiswa agar tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kampanye sosial yang edukatif.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu mengimplementasikan mata kuliah secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya komunikasi yang sehat dan bebas dari kekerasan verbal,” ujarnya.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Negeri 39 Semarang, Sri Suwandono, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut mengingat maraknya kasus kekerasan verbal dan psikis di kalangan remaja saat ini.

“Era sekarang banyak sekali terjadi bullying. Terima kasih kepada mahasiswa USM yang sudah berkenan memberikan sosialisasi. Semoga anak-anak mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan mengenai kekerasan verbal dan psikis,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, Rifqi Aswin Khoirul M. menjelaskan bahwa kekerasan verbal dan psikis dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti kurangnya empati, anonimitas digital, lingkungan peniruan, hingga keinginan untuk terlihat berkuasa.

“Aspek empati menjadi penting karena banyak pelaku tidak menyadari bahwa ucapan yang dianggap candaan ternyata dapat meninggalkan luka psikologis bagi korban,” jelas Aswin.

Sementara itu, Kimmy Katkar, S.Psi., M.Psi., mengingatkan pentingnya menyimpan bukti apabila mengalami kekerasan, terutama yang terjadi di media digital, sebagai langkah perlindungan diri sekaligus upaya mencari bantuan kepada pihak terpercaya.

“Korban kekerasan tidak boleh merasa sendiri. Dukungan sosial dan keberanian untuk berbicara menjadi langkah penting agar dampak psikologis tidak semakin memburuk,” ungkap Kimmy.***(bgy)

0 Komentar