Peserta dari Berbagai Daerah hingga Mancanegara Ramaikan Kontes Batu Nusantara

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol M. Pratama Adhyasastra, S.I.K., S.H., M.H., memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kontes dan Pameran Batu Nusantara, Pirus, Batu Permata, dan Pusaka yang akan digelar di Gedung Rimba Graha Semarang, belum lama ini.

Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan satu unit sepeda motor untuk panitia kegiatan.

Selain itu, dukungan dana juga diberikan sejumlah pihak, di antaranya Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti sebesar Rp2 juta, Universitas Semarang (USM) Rp1,5 juta, serta kontribusi dari sejumlah stakeholder lainnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan Kontes dan Pameran Batu Nusantara di Semarang. Bantuan ini kami peruntukkan bagi panitia lokal dan Paguyuban Semar Bersatu yang telah bekerja keras mempersiapkan agenda besar ini,” kata Brigjen Pol M. Pratama saat menerima audiensi panitia di ruang kerjanya di Polda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam audiensi tersebut, Dirlantas didampingi Wadir Samapta Polda Jateng dan Wadansat Brimob Polda Jateng, AKBP Eko Budiman SIK MIK MSi. Sementara dari pihak panitia hadir Ketua Panitia Sofani, Bendahara Abidin, Sekretaris Cholik Wijaya, dan Koordinator Lapak Nur Kholis.

Pratama menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para kolektor dan pecinta batu nusantara, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor UMKM dan industri gemstone di Jawa Tengah.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan batu mulia dengan kualitas yang diakui, seperti Batu Garut, Bacan, Kalimaya, Kecubung, Chalcedony, hingga Batu Pandan dan Batu Klawing.

“Batu Nusantara pernah menjadi primadona karena warna, kualitas, dan keunikannya. Hingga sekarang masih banyak jenis batu yang diminati masyarakat seperti Bacan, Kalimaya, Garut, Pandan, hingga Tapak Jalak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kontes, Sofani, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 12 ribu batu telah didaftarkan untuk mengikuti kontes dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Surabaya, Madura, Banyuwangi, Malang, Kediri, Solo, Pekalongan, Jakarta, Bandung, Lombok, Makassar, Medan, Kalimantan, hingga Batam. Selain itu, peserta dari Malaysia dan Singapura juga dijadwalkan hadir.

“Kontes dan pameran ini dipastikan ramai karena minat peserta sangat besar. Kami berterima kasih kepada jajaran pemerintah daerah dan Polda Jateng yang telah memberikan dukungan maksimal,” kata Sofani.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya Nusantara, khususnya batu akik, batu permata, pusaka, dan benda antik. Selain itu, kegiatan juga diharapkan mampu meningkatkan edukasi masyarakat mengenai nilai sejarah dan filosofi benda pusaka sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Kami ingin generasi muda memahami nilai seni dan sejarah di balik benda pusaka Nusantara. Dari sisi ekonomi, kegiatan ini juga membuka peluang transaksi dan memperluas jaringan pasar bagi pedagang, pengrajin, dan kolektor,”ungkapnya.

Ketua Paguyuban Batu Akik, Permata, Pusaka, Antikan dan Seni Kota Semarang, Drs. Ahmad Muhaimin SIKom MPd MH, turut mengapresiasi kerja keras panitia dalam mempersiapkan event nasional tersebut.

Ia berharap kegiatan itu mampu membangkitkan kembali gairah perdagangan batu nusantara dan memperkenalkan budaya Indonesia ke tingkat internasional.

“Kami berharap event ini semakin menghidupkan perdagangan batu nusantara dan pirus di Kota Semarang serta mengangkat budaya Nusantara di kancah internasional,” tuturnya.***(bgy).

0 Komentar