Agustina Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Investasi Hijau Nasional, Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun Diminati 85 Investor
SEMARANG, (Adaharapan.net) - Proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang semakin menarik perhatian investor internasional. Proyek senilai sekitar Rp3 triliun tersebut tercatat diminati puluhan investor dari berbagai negara sebagai bagian dari pengembangan energi bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengungkapkan sedikitnya 85 investor telah menyatakan ketertarikannya terhadap proyek strategis tersebut.
Bahkan, enam perusahaan telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek pada Kamis, 4 Juni 2026 untuk melihat langsung kesiapan kawasan yang akan menjadi pusat pengolahan sampah modern itu.
Jumlah investor yang melakukan penjajakan diperkirakan masih akan bertambah seiring agenda kunjungan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa tingginya minat investor menjadi sinyal positif atas kepercayaan dunia usaha terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan proyek berbasis teknologi ramah lingkungan.
Menurutnya, persoalan sampah saat ini membutuhkan pendekatan baru yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
"Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat," ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
Ia menegaskan, pembangunan PSEL Semarang Raya merupakan langkah strategis untuk mendukung transisi menuju energi bersih sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai daerah yang terbuka terhadap investasi hijau.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menjelaskan hasil market sounding yang dilakukan menunjukkan respons yang sangat positif dari kalangan investor.
Saat ini, pemerintah daerah bersama pihak terkait tengah mempersiapkan berbagai dokumen teknis dan administrasi guna mendukung proses investasi dan tahapan lelang proyek.
"Hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana," kata Glory.
Proyek PSEL Semarang Raya dirancang melayani wilayah aglomerasi Semarang Raya yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
Kehadirannya diharapkan menjadi model kolaborasi antardaerah dalam menangani persoalan sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap sistem penimbunan sampah di TPA, teknologi yang akan diterapkan dalam proyek tersebut diproyeksikan mampu menekan volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.
Tak hanya berdampak pada lingkungan, proyek ini juga diyakini dapat membuka peluang kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, serta meningkatkan daya tarik investasi di Kota Semarang.
Pemerintah Kota Semarang optimistis PSEL Semarang Raya akan menjadi salah satu tonggak penting transformasi pengelolaan sampah di Indonesia.
Proyek tersebut sekaligus diharapkan memperkuat posisi Semarang sebagai daerah percontohan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.
"Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini, namun juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkas Agustina.***

0 Komentar