Dosen Teknik Sipil USM Beri Pendampingan dalam Perencanaan Desain Intake Air Bersih di Desa Kalikayen

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) memberikan pendampingan perencanaan desain bangunan intake air bersih di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, belum lama ini.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kalikayen itu bertujuan membantu pemerintah desa merancang sistem pengambilan air baku yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Tim PkM dipimpin oleh Sri Wanto, S.T., M.T., dengan anggota Ir. Bambang Tutuko, M.M., M.T., Son Haji, S.T., M.T., dan Trias Widorini, S.T., M.Eng.

Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kalikayen yang dipimpin Kepala Desa Sugiyono serta diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pengelola sarana air bersih, dan perwakilan masyarakat.

Ketua Tim PkM, Sri Wanto, S.T., M.T., mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu pemerintah desa menyusun perencanaan teknis pembangunan bangunan intake sebagai sarana pengambilan air baku.

Menurutnya, keberadaan bangunan intake yang dirancang dengan baik sangat penting untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus meminimalkan risiko kerusakan akibat perubahan kondisi sungai maupun bencana banjir.

"Kami berharap program ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan penyediaan air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Kalikayen, khususnya akibat kerusakan bangunan pengambilan air yang dipengaruhi kondisi sungai dan banjir," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalikayen, Sugiyono, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Semarang atas pendampingan yang diberikan kepada pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai perencanaan teknis pembangunan intake air bersih sehingga dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan desa pada masa mendatang.

"Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar sistem penyediaan air bersih, penentuan lokasi intake yang aman, penyusunan gambar teknik, hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB)," katanya.

Selain penyampaian materi di dalam ruangan, tim PkM juga mengajak peserta melakukan observasi langsung ke lokasi sumber air.

Kegiatan lapangan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sekaligus menentukan alternatif lokasi pembangunan intake yang lebih aman dari ancaman banjir maupun gerusan sungai.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai kondisi sumber air, sistem pengoperasian pompa, hingga strategi perlindungan bangunan intake agar lebih tahan terhadap potensi kerusakan akibat bencana alam.

Sri Wanto menambahkan, pendampingan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga menghasilkan rekomendasi teknis berupa konsep awal desain intake air bersih yang dapat dijadikan acuan oleh Pemerintah Desa Kalikayen dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan.

"Kami berharap hasil pendampingan ini menjadi langkah awal bagi Desa Kalikayen dalam mewujudkan sistem penyediaan air bersih yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan," jelasnya.

"Universitas Semarang siap terus mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat," imbuhnya.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan air bersih yang berkelanjutan.***(bgy)

0 Komentar