Hadiri Pentas Jaranan, Agustina Ajak Warga Manfaatkan BOP untuk Kegiatan Budaya

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi peran Karang Taruna Kelurahan Banyumanik dalam melestarikan seni budaya melalui Pentas Seni Budaya Jaranan yang digelar di Lapangan Parikesit, Banyumanik, Minggu, 14 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus mendukung tumbuh dan berkembangnya kehidupan budaya sebagai bagian dari pembangunan kota yang berakar pada identitas, kebersamaan, dan nilai-nilai kearifan lokal.

"Kota yang maju bukan hanya kota yang membangun fisiknya, tetapi juga kota yang mampu menjaga akar budayanya. Saya bangga melihat anak-anak muda Banyumanik mau terlibat langsung untuk uri-uri budaya dan meneruskannya kepada generasi berikutnya," Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Pentas seni yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut menampilkan sejumlah kelompok seni lokal Banyumanik, yakni Kridho Restu Bawono, Siswa Teguh Mbangun Budoyo, dan Langen Mudo Budoyo.

Menurut Agustina, keterlibatan kelompok seni lokal menjadi bukti bahwa budaya akan tetap hidup apabila dirawat dan dikembangkan bersama oleh masyarakat.

Karena itu, ruang-ruang kebudayaan di lingkungan kampung perlu terus diperkuat sebagai tempat tumbuhnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap daerah.

Ia juga menilai kehadiran anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan budaya merupakan investasi sosial yang penting bagi keberlangsungan tradisi di masa mendatang.

"Anak-anak yang hari ini melihat, belajar, dan ikut terlibat dalam kegiatan budaya nantinya akan menjadi generasi yang melanjutkan tradisi ini. Karena itu ruang-ruang budaya seperti ini harus terus kita jaga," katanya.

Pada kesempatan itu, Agustina turut menyampaikan bahwa Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per RT per tahun mulai dapat dicairkan pada Juni 2026.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat untuk menentukan prioritas kebutuhan lingkungan melalui musyawarah.

Ia menjelaskan, dana BOP tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan maupun pelestarian lingkungan, tetapi juga dapat digunakan untuk membiayai kegiatan sosial, kebudayaan, dan mempererat kebersamaan warga.

"Kalau warga sepakat untuk kegiatan budaya, pentas seni, atau kegiatan kemasyarakatan lainnya, silakan. Yang penting direncanakan bersama dan manfaatnya dirasakan bersama," jelasnya.

"Pemerintah hadir memberi ruang, sementara keputusan terbaik tetap lahir dari warga," tegasnya.

Agustina menambahkan, pembangunan Kota Semarang tidak hanya diwujudkan melalui program pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta melestarikan budaya sebagai identitas kota.

Selain menghadiri pentas seni budaya, Agustina juga mengajak masyarakat menjaga Lapangan Parikesit sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, sosial, maupun kebudayaan.

Menurutnya, ruang publik yang hidup dan terawat akan menjadi tempat bertemunya warga, berkembangnya kreativitas, sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.

"Semarang akan menjadi kota yang semakin hebat jika ruang-ruang publiknya hidup, budayanya tumbuh, dan warganya terus bergerak bersama membangun lingkungan masing-masing," pungkasnya.***

0 Komentar