Mahasiswa Ilkom USM Edukasi Generasi Muda tentang Tradisi Sedekah Bumi

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Kelompok mahasiswa Gumi Lestari dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye edukasi mengenai tradisi Sedekah Bumi kepada generasi muda di kawasan wisata Kota Lama Semarang, Rabu, 17 Juni 2026 malam.

Kegiatan yang merupakan implementasi mata kuliah Komunikasi Budaya tersebut bertujuan mengenalkan kembali makna filosofis tradisi Sedekah Bumi kepada masyarakat, khususnya kalangan muda yang beraktivitas di ruang publik perkotaan.

Mata kuliah ini diampu oleh Ayang Fitrianti, S.S., M.I.Kom.

Mengusung konsep interaktif, para mahasiswa mengajak pengunjung Kota Lama berdialog secara langsung.

Pengunjung diminta menuliskan pemahaman mereka tentang tradisi Sedekah Bumi pada secarik kertas yang telah disiapkan oleh tim.

Anggota Kelompok Gumi Lestari, Devica Ramadhani, mengatakan pemilihan Kota Lama Semarang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Kawasan tersebut dinilai menjadi titik pertemuan wisatawan dan generasi muda dari berbagai latar belakang sehingga efektif untuk menyampaikan pesan pelestarian budaya.

"Kami sengaja membawa isu tradisi lokal ini ke ruang publik modern. Tujuannya agar generasi muda di pusat keramaian kota tidak buta terhadap akar budaya dan filosofi luhur yang dimiliki," ujar Devica.

Dari hasil interaksi dengan pengunjung, mayoritas peserta mengaku mengenal istilah Sedekah Bumi.

Namun, sebagian besar belum memahami makna mendalam tradisi tersebut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan karunia alam.

Menurut Devica, temuan tersebut menunjukkan masih perlunya upaya edukasi budaya yang dikemas dengan cara kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

Ia berharap pendekatan yang santai, komunikatif, dan melibatkan partisipasi langsung masyarakat dapat meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya takbenda khas Jawa Tengah.

"Kami berharap pesan tentang pentingnya menjaga tradisi lokal dapat lebih mudah diterima dan terus melekat di benak masyarakat urban, khususnya generasi muda," pungkasnya.***(bgy)

0 Komentar