Pemkot Pekalongan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sosialisasi KUR Perbankan
PEKALONGAN, (Adaharapan.net) – Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemudahan akses pembiayaan. Salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perbankan untuk UMKM dalam rangkaian Pekan Kreatif Nusantara 2026 di Panggung Utama Kawasan Wisata Jetayu, Kota Pekalongan, Kamis, 18 Juni 2026.
Mengangkat tema "Akses Permodalan Mudah untuk UMKM Naik Kelas", kegiatan ini diikuti ratusan pelaku UMKM, koperasi, komunitas usaha, serta pendamping UMKM.
Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai berbagai fasilitas pembiayaan resmi yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas usaha dan meningkatkan daya saing.
Acara dipandu oleh Rachman Polalo yang bertugas sebagai pembawa acara (MC) sekaligus moderator. Di bawah panduannya, jalannya kegiatan berlangsung lancar dan interaktif, mulai dari pembukaan, penyampaian materi hingga sesi dialog bersama peserta.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Nugroho Hepi Kuncoro, menegaskan bahwa ketersediaan akses permodalan merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
"Pemerintah terus membangun sinergi dengan perbankan dan lembaga penjamin agar pelaku UMKM semakin mudah memperoleh akses pembiayaan. Melalui sosialisasi ini kami ingin pelaku usaha memahami berbagai fasilitas Kredit Usaha Rakyat maupun pembiayaan lainnya yang tersedia," ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia mengingatkan agar pelaku UMKM tidak ragu memanfaatkan pembiayaan dari lembaga resmi. Menurutnya, keterbatasan informasi mengenai akses permodalan sering kali menjadi kendala yang menghambat perkembangan usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Analis Tim Produktif Bank Jateng Kantor Cabang Pekalongan, Rachmad Widodo, memaparkan mekanisme penyaluran Kredit Usaha Rakyat, mulai dari persyaratan administrasi, proses pengajuan hingga penyaluran kredit kepada pelaku usaha yang memenuhi kriteria.
Menurutnya, KUR merupakan program pemerintah yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM memperoleh modal usaha dengan bunga ringan sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha secara produktif.
Materi berikutnya disampaikan Pimpinan Cabang Jamkrindo Tegal, Marye Agung Kusmagi, yang menjelaskan pentingnya peran Jamkrindo dalam memberikan penjaminan kredit. Kehadiran lembaga penjamin dinilai mampu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM yang memiliki usaha produktif.
Sementara itu, Supervisor Bagian Penjualan Pegadaian, Fhakturoji, memperkenalkan berbagai layanan pembiayaan yang dimiliki Pegadaian sebagai alternatif sumber modal usaha. Ia menjelaskan bahwa produk pembiayaan Pegadaian dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan seputar persyaratan KUR, mekanisme penjaminan kredit hingga alternatif pembiayaan disampaikan langsung kepada para narasumber.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan berharap semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan akses pembiayaan formal untuk memperkuat usahanya. Dengan dukungan permodalan yang memadai, UMKM diharapkan mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.***

0 Komentar