100 Buruh Meriahkan Lomba Mancing ABJAT, Wujudkan Semarang Semakin Hebat dan Kondusif
SEMARANG, (Adaharapan.net) - Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJAT) Presidium Kota Semarang sukses menggelar Lomba Mancing Bareng Walikota Bersama Serikat Pekerja dengan mengusung tema "Mewujudkan Semarang Semakin Hebat, Buruh Semakin Sejahtera, Perusahaan Lancar dan Investor Datang" di Kolam Pemancingan Haji Faisol, Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-479 Kota Semarang tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari lima federasi serikat pekerja yang tergabung dalam ABJAT Kota Semarang.
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Semarang, Ir. H. Iswar Aminuddin, M.T., hadir mewakili Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. untuk membuka kegiatan secara resmi.
Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang Dr. Sutrisno, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Soenarto, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, jajaran Presidium ABJAT Kota Semarang, serta pengurus dan anggota lima federasi serikat pekerja.
Suasana penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan. Selain menjadi ajang kompetisi memancing, kegiatan tersebut juga menjadi media silaturahmi dan dialog antara buruh, pemerintah, serta dunia usaha guna memperkuat hubungan industrial yang harmonis di Kota Semarang.
Bangun Hubungan Harmonis Demi Kota Semarang yang Kondusif
Ketua Panitia Lomba Mancing Buruh 2026, Sumartono, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang, khususnya Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan May Day tahun ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan inisiatif lima federasi serikat pekerja yang tergabung dalam ABJAT sebagai upaya membangun hubungan yang harmonis antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha.
"Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, atas dukungan terhadap rangkaian kegiatan May Day 2026. Lima federasi yang tergabung dalam ABJAT berinisiatif menggelar lomba mancing sebagai sarana mempererat hubungan harmonis antara pemerintah, buruh, dan pengusaha," ujar Sumartono kepada wartawan.
Ia menegaskan, tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan menjadi komitmen bersama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dengan tetap mengedepankan kesejahteraan pekerja.
"Kami ingin menciptakan Kota Semarang yang kondusif, pro investasi, sehingga perusahaan dapat berkembang dan investor datang. Namun di sisi lain, kesejahteraan buruh juga harus terus meningkat. Hubungan industrial yang harmonis akan melahirkan suasana kerja yang profesional dan saling mendukung," katanya.
Sumartono menjelaskan, keberhasilan kegiatan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Semarang, Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, BPJS Ketenagakerjaan Kota Semarang hingga H. Faisol selaku pemilik Kolam Pemancingan Haji Faisol.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan hadiah bagi para juara, doorprize, konsumsi, hingga fasilitas pendukung lainnya.
"Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh berupa hadiah juara satu, dua, tiga, hadiah peringkat empat sampai sepuluh, doorprize, makan siang, dan berbagai fasilitas lainnya. Ini menunjukkan kepedulian semua pihak terhadap terciptanya hubungan industrial yang baik di Kota Semarang," ungkapnya.
Ia menyebutkan, peserta berasal dari lima federasi serikat pekerja yang tergabung dalam ABJAT, yakni Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSPKEP), Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP Farkes Reformasi), serta SPPI Aspek Indonesia.
Menurut Sumartono, selain menjadi ajang silaturahmi, ABJAT tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak pekerja melalui advokasi dan peningkatan kesejahteraan.
"Harapan kami kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang terus menumbuhkan keharmonisan antarfederasi, antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Dengan hubungan yang baik, tentu akan tercipta situasi yang kondusif sehingga kesejahteraan buruh semakin meningkat," jelasnya.
"Di sisi lain, kami tetap menjalankan perjuangan terkait pengupahan dan advokasi bagi para pekerja melalui organisasi masing-masing," tegasnya.
Pemkot Semarang Apresiasi Inisiatif ABJAT
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin memberikan apresiasi kepada ABJAT yang memilih memperingati Hari Buruh dengan kegiatan yang mempererat kebersamaan dibandingkan aksi konfrontatif.
Menurutnya, komunikasi yang terjalin melalui kegiatan seperti ini menjadi modal penting dalam membangun Kota Semarang yang semakin maju.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Aliansi Buruh Kota Semarang yang hari ini mengadakan kegiatan silaturahmi bersama seluruh anggota dan pengurus. Pertemuan seperti ini sangat baik untuk semakin mengakrabkan seluruh aliansi yang ada di Kota Semarang," ujar Iswar.
Iswar mengatakan, suasana kebersamaan akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan melalui komunikasi yang terbuka.
"Dengan kebersamaan dan sambung rasa seperti ini, ke depan komunikasi akan semakin baik. Setiap persoalan yang muncul bisa kita selesaikan melalui silaturahmi, duduk bersama, dan membangun komunikasi yang positif. Insyaallah hal seperti ini akan membawa Kota Semarang menjadi semakin hebat," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen menjaga hubungan baik antara pekerja dan pengusaha demi menciptakan iklim usaha yang sehat dan kesejahteraan masyarakat.
"Harapan kami, komunikasi yang baik ini membuat buruh semakin sejahtera, pengusaha dapat menjalankan usahanya dengan nyaman, dan pemerintah bisa terus mengayomi semuanya," katanya.
"Mari kita sengkuyung bareng agar Semarang menjadi kota yang semakin hebat, semakin nyaman, semakin kondusif, dan semakin sejahtera," pungkasnya.
Pererat Solidaritas Antarserikat Pekerja
Setelah seremoni pembukaan, perlombaan berlangsung dalam dua sesi yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Acara ditutup dengan penimbangan hasil tangkapan ikan, penyerahan hadiah kepada para juara, serta pembagian doorprize yang menambah semarak suasana.
Melalui kegiatan tersebut, ABJAT Kota Semarang berharap semangat kebersamaan yang terbangun tidak hanya menjadi bagian dari peringatan May Day, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan.
Dengan sinergi yang kuat antara buruh, pemerintah, dan pengusaha, ABJAT optimistis Kota Semarang akan semakin kondusif, mampu menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja.***

0 Komentar