Dosen Ilmu Komunikasi USM Dorong Ormas Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Wirausaha Sosial

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Dr. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si., memaparkan hasil penelitiannya mengenai penguatan kemandirian organisasi kemasyarakatan (Ormas) di hadapan para tokoh Ormas yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB).

Pemaparan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Silaturahmi FKSB yang berlangsung di Pura Agung Girinatha, Jalan Sumbing, Semarang, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan rutin itu digelar secara bergilir di setiap organisasi anggota sebagai wadah memperkuat komunikasi, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan sinergi antar-Ormas dalam mendukung pembangunan Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Natalia yang akrab disapa Naneth menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan tidak lagi cukup hanya berperan sebagai wadah aktivitas sosial, tetapi juga perlu membangun kemandirian ekonomi agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

"Organisasi kemasyarakatan hendaknya tidak lagi sekadar menjadi wadah aktivitas sosial, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi agar tetap berkelanjutan," ujarnya.

Berdasarkan hasil risetnya, Naneth mendorong transformasi Ormas menuju model wirausaha sosial (social enterprise) atau organisasi hibrida (hybrid organization).

Menurutnya, model tersebut memungkinkan Ormas tetap menjalankan misi sosial sekaligus memiliki sumber pendanaan yang mandiri melalui berbagai kegiatan usaha yang dikelola secara profesional.

"Ormas perlu membangun kemandirian agar tidak terus bergantung pada hibah atau bantuan pihak lain," kata Naneth.

"Ketika mampu menciptakan sumber pembiayaan sendiri, Ormas akan memiliki daya tahan organisasi yang lebih kuat, harga diri yang lebih tinggi, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan masyarakat," imbuhnya.

Ia menjelaskan, Ormas memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat kohesi sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Karena itu, keberlanjutan organisasi menjadi aspek penting yang perlu terus diperkuat.

Menurut Naneth, konsep organisasi hibrida memadukan misi sosial dengan strategi kewirausahaan sehingga organisasi tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat, namun memiliki sumber daya finansial yang berasal dari aktivitas ekonomi yang sah, produktif, dan selaras dengan visi organisasi.

Ia menambahkan, transformasi menuju organisasi yang mandiri tidak dapat dilakukan secara instan.

Proses tersebut membutuhkan perubahan budaya organisasi, kepemimpinan yang adaptif, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen seluruh anggota.

"Transformasi Ormas merupakan proses yang dinamis. Keberhasilannya ditentukan oleh kemampuan organisasi membangun kolaborasi internal, mengembangkan inovasi, dan mengintegrasikan misi sosial dengan strategi kewirausahaan," jelasnya.

"Beberapa Ormas bahkan telah membuktikan bahwa model ini mampu menciptakan organisasi yang mandiri sekaligus memberi dampak sosial yang luas," lanjutnya.

Naneth meyakini, selain meningkatkan keberlanjutan organisasi, transformasi tersebut juga akan memperkuat citra positif Ormas sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.

Kegiatan silaturahmi dipimpin Ketua FKSB Kota Semarang Dr. H. A.M. Jumai, S.E., M.M., didampingi Sekretaris Asyrofi Azis dan Bendahara Hernawan Tri Handoyo.

Acara dihadiri pimpinan dan perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Jumai menegaskan bahwa silaturahmi rutin menjadi sarana penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan visi seluruh Ormas di Kota Semarang.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks membutuhkan kolaborasi yang erat antarorganisasi masyarakat.

Karena itu, FKSB berkomitmen menjadi ruang komunikasi yang memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong.

"FKSB tidak hanya menjadi wadah komunikasi antar-Ormas, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Semarang," ujarnya.

Ia berharap, melalui agenda silaturahmi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, hubungan antar-Ormas semakin harmonis sehingga mampu melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, FKSB optimistis organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang dapat berkembang menjadi organisasi yang semakin profesional, mandiri, inovatif, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.***(bgy)

0 Komentar