Dr. Yulianto: Riset Lokal Bisa Tembus Internasional
SEMARANG, (Adaharapan.net) – Penelitian yang dilakukan di tingkat lokal memiliki peluang besar untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, asalkan disajikan dengan perspektif yang relevan terhadap isu-isu global.
Hal tersebut disampaikan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Dr. Yulianto Budi Setiawan, dalam kegiatan Academic Writing, Penulisan Artikel Ilmiah Penguatan Kapasitas Akademik Menuju Publikasi pada Jurnal Bereputasi yang diselenggarakan Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM, Rabu (8/7/2026).
Dalam paparannya, Dr. Yulianto menegaskan bahwa kualitas sebuah penelitian tidak ditentukan oleh cakupan wilayah riset, melainkan bagaimana peneliti mampu mengaitkan temuan lokal dengan isu yang memiliki relevansi secara internasional.
"Sekalipun kita melakukan riset di tingkat lokal, bukan berarti hanya dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal lokal. Penelitian tersebut juga memiliki peluang untuk menembus jurnal internasional," ujar Dr. Yulianto.
Menurutnya, agar penelitian lokal memiliki daya saing di tingkat internasional, peneliti perlu membangun sudut pandang yang lebih luas, misalnya dengan menghadirkan studi komparatif dengan negara lain atau mengaitkan hasil penelitian dengan fenomena global.
"Yang perlu diperkuat adalah perspektif internasionalnya. Misalnya dengan melihat perbandingan kondisi di negara lain sehingga hasil penelitian memiliki kontribusi yang lebih luas," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, narasumber lainnya, Dr. Dewi Kartika Sari dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), menyampaikan materi mengenai Strategi Publikasi di Jurnal Nasional dan Internasional Terindeks.
Ia menjelaskan bahwa penelitian yang berangkat dari persoalan lokal tetap dapat menarik perhatian komunitas akademik dunia apabila dikaitkan dengan isu-isu global.
"Saat ini banyak berkembang penelitian mengenai global south. Kita dapat menambahkan aspek-aspek tersebut sehingga penelitian yang dilakukan memiliki relevansi dalam konteks global," kata Dr. Dewi Kartika Sari yang juga dikenal sebagai reviewer sejumlah jurnal internasional.
Selain membahas strategi publikasi, Dr. Dewi juga memaparkan pemanfaatan big data dalam penelitian sosial.
Ia menjelaskan teknik crawling data dari media sosial beserta berbagai perangkat (tools) yang dapat dimanfaatkan peneliti untuk memperoleh data penelitian secara lebih komprehensif.
Kegiatan yang berlangsung di ruang tele conference FTIK USM tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan, salah satunya mengenai penggunaan artificial intelligence (AI) dalam penyusunan artikel ilmiah.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Yulianto menjelaskan bahwa sejumlah jurnal internasional telah memperbolehkan penggunaan AI, namun hanya sebatas sebagai alat bantu dan tetap memiliki aturan yang ketat.
"AI misalnya dapat digunakan pada tahap persiapan atau membantu proses penulisan, tetapi bukan sebagai penulis artikel. Selain itu, penulis juga harus mencantumkan pernyataan secara tertulis mengenai penggunaan AI tersebut," jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan Dr. Dewi Kartika Sari. Menurutnya, penggunaan AI dalam penulisan artikel ilmiah diperbolehkan di sejumlah jurnal dengan berbagai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, tanggung jawab ilmiah sepenuhnya tetap berada di tangan penulis.
"Yang harus dipahami, AI bukan penulis artikel. AI hanya alat bantu yang penggunaannya harus mengikuti kebijakan masing-masing jurnal," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FTIK Universitas Semarang berharap kapasitas akademik dosen, mahasiswa, maupun peneliti semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan kompetitif untuk dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.***

0 Komentar