Wali Kota Semarang Agustina: Rotasi Jabatan Bukan Turun Pangkat, tetapi Penguatan Organisasi
SEMARANG, (Adaharapan.net) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti kembali menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil melalui penataan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN).
Komitmen tersebut diwujudkan dengan melantik dan mengambil sumpah jabatan 47 pejabat administrator, pengawas, dan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Semarang di Ruang Loka Krida, Balai Kota Semarang, Rabu (8/7).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat organisasi perangkat daerah melalui rotasi dan promosi jabatan.
Kebijakan ini diharapkan mampu menempatkan aparatur sesuai kompetensinya sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik semakin efektif.
Dalam sambutannya, Agustina menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar perpindahan posisi, melainkan bagian dari manajemen SDM yang sehat untuk menjaga organisasi tetap dinamis, produktif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan.
"Rotasi ini bukan sekadar memindahkan orang dari satu jabatan ke jabatan lain, tetapi bagian dari pengelolaan SDM yang sehat agar organisasi terus bergerak dinamis, produktif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan," kata Agustina.
"Tidak ada yang turun pangkat, sebagian besar justru mendapat promosi dan sebagian bergeser dalam jenjang yang sama untuk memperkuat organisasi," imbuhnya.
Ia menjelaskan, penataan SDM di lingkungan Pemkot Semarang akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi.
Seluruh proses, kata dia, dilaksanakan berdasarkan prinsip merit system dengan mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, serta telah memperoleh persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Semua proses dilakukan sesuai aturan. Setiap rotasi harus memperoleh persetujuan BKN. Ini menjadi bentuk komitmen kami bahwa pengelolaan ASN di Kota Semarang berlangsung secara profesional, objektif, dan akuntabel," tegasnya.
Selain melakukan penataan organisasi, Agustina juga tengah menyiapkan penguatan budaya kerja berbasis kinerja. Pemerintah Kota Semarang saat ini menyusun skema tambahan penghasilan pegawai yang lebih terukur berdasarkan capaian target kerja masing-masing perangkat daerah.
"Kami ingin membangun budaya kerja yang memberikan penghargaan kepada mereka yang mampu mencapai target. Ke depan, setiap capaian kinerja akan mendapatkan apresiasi melalui tambahan tunjangan. Harapannya, birokrasi semakin produktif dan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas," jelasnya.
Menurut Agustina, kualitas SDM aparatur menjadi faktor penting dalam mendukung berbagai agenda strategis Kota Semarang, termasuk persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI pada September 2026.
"Kita akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Ini membutuhkan kerja sama lintas perangkat daerah, kesiapan infrastruktur, pelayanan yang prima, hingga SDM yang responsif dan inklusif. Bahkan akan ada penampilan penyandang disabilitas dalam rangkaian kegiatan, sehingga seluruh jajaran harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada semua pihak," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menjelaskan bahwa pelantikan dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong akibat pensiun sekaligus memenuhi kebutuhan organisasi.
Dari total 47 pejabat yang dilantik, terdiri atas tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dimutasi, dua pejabat administrator yang dipromosikan menjadi pimpinan tinggi pratama, 20 pejabat administrator yang menjalani promosi maupun mutasi, serta 22 pejabat pengawas yang dimutasi.
Joko memastikan seluruh pejabat yang dilantik telah melalui tahapan administrasi, penilaian kompetensi, hingga memperoleh persetujuan teknis dari BKN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kami terus menyiapkan kaderisasi kepemimpinan secara berkelanjutan. Jabatan tidak bisa diisi secara instan, tetapi melalui proses pembinaan dan uji kompetensi sehingga yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi," ujarnya.
Melalui penataan SDM yang berkelanjutan tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap birokrasi semakin profesional, adaptif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, berkualitas, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.***

0 Komentar