Agustina Wilujeng Buka Skrining Kanker Payudara Gratis, Sasar Perempuan Rentan di Kota Semarang

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Suasana Hall dan Aula Balai Kota Semarang tampak berbeda pada Selasa (11/8). Sejumlah perempuan datang untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Pemerintah Kota Semarang sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026, tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk lebih peduli terhadap kesehatan sekaligus melakukan deteksi dini berbagai penyakit.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan. Ia berkeliling melihat proses skrining kanker payudara dan deteksi kanker leher rahim, pemeriksaan tuberkulosis (TB) menggunakan X-ray portable, pemeriksaan mata dan gigi, hingga layanan donor darah.

Bagi Agustina, layanan kesehatan seperti ini penting untuk mendekatkan akses pemeriksaan kepada masyarakat.

Terlebih, masih ada kelompok perempuan yang menunda pemeriksaan karena terkendala biaya.

“Sasaran paling banyak kelompok rentan. Ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah tidak punya pendapatan,” ujar Agustina.

Menurutnya, pemeriksaan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan potensi penyakit sejak dini.

Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Manfaat layanan tersebut dirasakan Ana, warga Kelurahan Sekayu, yang baru pertama kali mengikuti skrining kanker payudara. Ia mengetahui kegiatan tersebut melalui komunitas yang diikutinya.

Ana mengaku pemeriksaan gratis tersebut sangat membantu, terutama bagi perempuan yang memasuki usia di atas 50 tahun dan membutuhkan pemeriksaan secara rutin.

“Sangat membantu, karena memang terutama untuk perempuan usia di atas 50 tahun itu penting banget pemeriksaan payudara. Selama ini belum pernah periksa karena biayanya memang besar,” kata Ana.

Pastikan Ada Tindak Lanjut

Agustina menekankan, pelaksanaan skrining tidak boleh berhenti pada pemeriksaan awal.

Setiap temuan yang mengarah pada gejala penyakit harus mendapatkan tindak lanjut agar masyarakat tidak kebingungan ketika membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan lanjutan.

Ia pun meminta Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan setiap hasil pemeriksaan yang membutuhkan penanganan dapat ditindaklanjuti.

Pemerintah, kata Agustina, akan memastikan akses layanan tersebut tetap terbuka melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

“Kepada Dinas Kesehatan, saya perintahkan jika ada temuan gejala dalam proses deteksi ini, saya minta ada tindak lanjut. Dan itu harus ditutup dengan UHC, supaya tidak perlu mengeluarkan pembiayaan,” tegasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar masyarakat tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi dini, tetapi juga memperoleh kepastian layanan apabila ditemukan indikasi penyakit.

Kegiatan skrining ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Semarang dengan sejumlah rumah sakit, yakni RS Siloam Hospitals Semarang, RS Samsoe H, RS William Booth, dan RSWN.

Dukungan juga datang dari Rotary Club Semarang Tugu Muda dan Rotary Club Semarang Kunti.

Setiap harinya, panitia menyediakan kuota pemeriksaan bagi sekitar 300 peserta.

Tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga dikemas dengan suasana yang lebih santai dan meriah. Sejumlah UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM turut membuka bazar melalui kolaborasi bersama Rotary.

Peserta juga dihibur dengan penampilan solo organ dan band lokal. Bahkan, sebelum meninggalkan lokasi, Agustina sempat berbaur bersama peserta mengikuti sesi line dance yang dipandu Rotary.

Bagi Pemerintah Kota Semarang, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda peringatan kemerdekaan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang produktif dan sejahtera.

Agustina berharap layanan skrining dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak perempuan di Kota Semarang memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

Dengan deteksi lebih awal dan tindak lanjut yang jelas, pemerintah berharap risiko kanker payudara maupun penyakit lainnya dapat ditekan, sekaligus memastikan perempuan Semarang tetap sehat dan produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.***

0 Komentar