HS Slim Double Jadi Rokok Paling Laris, Muhammad Suryo Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar
PURWOKERTO, (Adaharapan.net) - Kehadiran varian baru HS Slim Double ternyata mendapat sambutan tinggi dari konsumen. Belum lama diluncurkan, produk rokok slim dengan kombinasi rasa apel mint dan jeruk tersebut langsung mencatat permintaan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.
Tingginya animo pasar bahkan membuat perusahaan belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan konsumen.
Kondisi tersebut terjadi ketika promosi terhadap produk anyar itu disebut masih relatif terbatas.
Owner Rokok HS, Muhammad Suryo, mengungkapkan tingginya permintaan terhadap HS Slim Double saat menghadiri jumpa pers Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/8/2026).
Menurut Suryo, dalam satu bulan terakhir permintaan terhadap HS Slim Double menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Bahkan, produk tersebut disebut menjadi salah satu varian yang paling banyak diminati.
Menariknya, tingginya respons konsumen itu terjadi sebelum promosi produk dilakukan secara masif.
“Padahal seingat saya itu belum diiklankan ya (varian baru HS Slim Double). Mohon maaf belum merata di seluruh Indonesia, karena permintaannya yang sangat luar biasa, karena terbentur produksi,” kata Suryo.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen yang belum mendapatkan produk tersebut di wilayahnya.
Suryo berharap peningkatan kapasitas produksi dapat segera dilakukan sehingga distribusi HS Slim Double bisa menjangkau lebih banyak daerah.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita ratakan seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Menggabungkan Sensasi Apel Mint dan Jeruk
Tingginya permintaan terhadap HS Slim Double menjadi bagian dari perjalanan inovasi produk HS yang terus berkembang memasuki tahun ketiga.
Direktur Komersial Rokok HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan perusahaan saat ini telah memiliki 14 varian rokok dengan karakter dan segmen konsumen yang berbeda.
Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, HS meluncurkan tiga produk baru, yakni HS Bold isi 12 batang, HS Slim Double isi 20 batang, serta HS Kretek varian Matcha isi 12 batang.
HS Slim Double secara khusus menyasar konsumen rokok jenis slim. Produk tersebut menawarkan perpaduan rasa apel mint dan jeruk yang dirancang memberikan sensasi segar.
“Menghasilkan sensasi fresh, rokok slim dalam kemasan isi 20 batang,” ujar Tessa.
Selain Slim Double, HS juga memperkenalkan HS Kretek Matcha. Produk tersebut merupakan Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang mengusung aroma matcha sebagai karakter pembeda.
“Ini sebuah rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang dalam tarikannya memiliki aroma matcha yang memberikan kesan menenangkan dan kekinian,” lanjutnya.
Tiga Tahun, HS Kembangkan 14 Varian
Perjalanan inovasi produk HS dimulai pada 2023. Ketika itu, perusahaan meluncurkan dua merek awal, yakni HS Filter 20 yang menyasar segmen high tar dan HS Bold 20 untuk segmen hybrid.
Setahun kemudian, pada Agustus 2024, HS memperluas pilihan produknya dengan meluncurkan HS Kretek 12 Original untuk menjawab permintaan konsumen terhadap produk kretek.
Pengembangan produk berlanjut pada Oktober 2024 melalui peluncuran HS Slim isi 20 batang yang menyasar segmen low tar low nicotine (LTLN).
Varian tersebut terdiri dari HS Slim Original, HS Slim Menthol, HS Slim Fresh Mint, dan HS Slim Purple.
Pada Juni 2025, HS kembali memperkuat portofolio produknya melalui HS Filter 12.
Selanjutnya, pada September 2025, perusahaan memperkenalkan produk LTLN ukuran reguler isi 16 batang, yakni HS Mild Original, HS Mild Purple, dan HS Mild Mango Ice.
Rangkaian inovasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan tiga varian baru yang diluncurkan pada 2026.
“Jadi total kami sudah mengeluarkan 14 varian dalam waktu tiga tahun,” kata Tessa.
Banyumas Raya Jadi Salah Satu Pasar yang Berkembang
Pertumbuhan HS tidak hanya terlihat dari bertambahnya pilihan produk. Perluasan distribusi juga menjadi bagian dari perjalanan perusahaan, termasuk di wilayah Banyumas Raya.
Tessa mengatakan respons masyarakat terhadap produk HS di wilayah tersebut cukup positif. Hal itu terlihat dari perkembangan distribusi dan penerimaan pasar terhadap berbagai produk HS.
“Pertumbuhan HS secara brand di Banyumas Raya alhamdulillah perkembangan dan respons pasarnya sangat baik sekali,” ujarnya.
Di kawasan Banyumas Raya, HS kini telah menyerap hampir 100 pekerja lokal. Mereka mengisi berbagai posisi, mulai dari salesman, admin finance, admin warehouse, merchandiser, hingga tim leader dan supervisor.
Dari sisi distribusi, produk HS disebut telah menjangkau hampir 20 ribu toko di Banyumas Raya dan wilayah sekitarnya.
Jangkauan tersebut mencakup toko kelontong, semi grosir, grosir besar hingga jaringan toko pasar modern nasional.
Untuk memperkuat distribusi di kawasan tersebut, HS menggandeng PT Mantra Aji Logistik sebagai mitra distribusi. Penetrasi pasar Banyumas Raya sendiri mulai dilakukan sejak tahun lalu.
Penjualan Hampir 100 Juta Batang
Pertumbuhan bisnis HS juga tercermin dari capaian penjualan. Hingga Juli 2026, produk HS disebut telah terjual hampir 100 juta batang atau setara sekitar 9.000 karton.
Tessa mengatakan pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan pangsa pasar.
Berdasarkan survei Nielsen pada semester pertama 2026, HS mencatat peningkatan market share sebesar 1,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Secara brand ini, peningkatan market share terbesar ke-2. Jadi untuk ukuran 1,5 tahun, alhamdulillah pertumbuhannya sangat baik sekali,” jelasnya.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi salah satu alasan HS membawa rangkaian kegiatan Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank ke Purwokerto.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara perusahaan, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.
Pertumbuhan Bisnis Beriringan dengan Penyerapan Tenaga Kerja
Di balik bertambahnya varian dan meluasnya distribusi, pertumbuhan HS juga membawa dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
Saat ini jumlah karyawan HS telah mendekati 8.000 orang. Para pekerja tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk tenaga kerja berpengalaman, penyandang disabilitas, hingga masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pengalaman kerja.
Pabrik HS yang berada di sejumlah wilayah, termasuk Magelang dan Yogyakarta, juga mengutamakan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat di sekitar lokasi operasional.
Dengan demikian, keberadaan industri tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi turut menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya.
Bagi HS, pengembangan produk dan perluasan pasar menjadi bagian dari perjalanan bisnis yang berjalan beriringan dengan upaya membuka lapangan pekerjaan.
Dari varian baru yang mendapat sambutan tinggi hingga ekspansi distribusi dan penyerapan ribuan tenaga kerja, perjalanan tiga tahun HS menunjukkan bagaimana pertumbuhan sebuah industri dapat dibangun melalui inovasi sekaligus perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat.***

0 Komentar