Sambil Nyanyi dan Ajak Warga Tebak-Tebakan, Wali Kota Semarang Sapa Warga di Sela Perayaan HUT RI

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sejumlah wilayah Kota Semarang berlangsung meriah. Kehadiran Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turut menambah semarak kegiatan warga, Minggu (16/8) pagi.

Dengan suasana santai dan penuh keakraban, Agustina menyapa warga di tiga titik, yakni RW 13 Kelurahan Tlogosari Kulon, RW 5 Kelurahan Krapyak, dan RW 6 Kelurahan Mlatiharjo.

Di lokasi tersebut, warga menggelar beragam kegiatan, mulai dari jalan sehat, perlombaan, hingga penyuluhan kesehatan.

Kunjungan pertama dilakukan di RW 13 Parangsarpo, Tlogosari Kulon. Agustina disambut antusias warga yang mengenakan seragam RT.

Tidak hanya menyapa, ia juga ikut bernyanyi bersama warga sebelum mengajak anak-anak dan masyarakat mengikuti permainan tebak-tebakan.

Menariknya, pertanyaan yang diberikan Agustina berkaitan dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang akan berlangsung di Kota Semarang.

"Kota Semarang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah MTQ Nasional yang ke-31. Sekitar 11 ribu orang terdiri dari kontingen, panitia pusat, dan official akan hadir. Mari kita sambut para kafilah dari seluruh Indonesia saat pembukaan 12 September mendatang di Simpang Lima," ujarnya.

Di sela suasana santai tersebut, Agustina juga menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Semarang yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satunya aplikasi Waras Ekonomi yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan pendampingan usaha hingga akses permodalan.

Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada pemerintah. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut mendampingi Agustina, di antaranya Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Kepala Dinas Pendidikan.

"Kami hadirkan para kepala dinas agar warga bisa menyampaikan permasalahan secara langsung dan segera mendapat solusi, tanpa harus menunggu proses berjenjang," katanya.

Dari Tlogosari Kulon, Agustina kemudian melanjutkan perjalanan menuju RW 5 Kelurahan Krapyak.

Di wilayah tersebut, warga menyampaikan persoalan banjir yang salah satunya dipicu aliran air kiriman dari Jalan Siliwangi.

Agustina meminta warga bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan memetakan jalur air yang melintasi kawasan permukiman.

Pemetaan itu diharapkan menjadi dasar untuk menyusun alternatif jalur air sehingga aliran dari Jalan Siliwangi tidak lagi melewati rumah-rumah warga.

Pemerintah Kota Semarang, lanjut Agustina, juga akan melanjutkan pengerukan sungai secara bertahap.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko genangan dan banjir, terutama menjelang musim hujan.

"Kita cari solusi, bagaimana kita membuat jalan air yang dari Siliwangi itu tidak melewati rumah warga. Saya mohon dibantu, nanti ini akan melibatkan lurah dan camat. Sembari itu, mari kita gotong royong membersihkan saluran air yang masih ada endapan sampah," tuturnya.

Rangkaian sapa warga kemudian berakhir di RW 6 Kelurahan Mlatiharjo. Di lokasi tersebut, masyarakat menggelar penyuluhan mengenai pola hidup sehat yang dirangkai dengan berbagai kegiatan khas perayaan Kemerdekaan, termasuk lomba memasak.

Bagi Agustina, kegiatan warga di tiga wilayah tersebut bukan sekadar memeriahkan HUT Kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Ia pun mengapresiasi kondisi lingkungan yang dinilai cukup terjaga serta kekompakan warga dalam menghidupkan suasana perayaan Kemerdekaan.

"Saya senang melihat Krapyak, Tlogosari Kulon, hingga Mlatiharjo terlihat bersih dan warganya guyub. Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan kota kita," pungkasnya.***

0 Komentar