Agustina Dorong Semarang Jadi Pusat Padel Indonesia

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong Kota Semarang menjadi salah satu pusat pengembangan olahraga padel di Indonesia.

Pertumbuhan minat masyarakat terhadap olahraga tersebut dinilai perlu diiringi dengan peningkatan kompetisi, pembinaan atlet usia muda, pengembangan fasilitas, serta kolaborasi antara komunitas dan dunia usaha.

Hal itu disampaikan Agustina saat menghadiri Closing Ceremony Turnamen Padel Piala Wali Kota Semarang 2026, Minggu (30/8).

“Saya berharap padel di Kota Semarang ini terus tumbuh. Tidak hanya atletnya menjadi banyak, tetapi menjadi olahraga yang diminati sehingga lapangan padelnya laku keras. Karena lapangan padel di Kota Semarang sudah sampai 30,” kata Agustina.

Menurutnya, keberadaan sekitar 30 lapangan padel di Kota Semarang menjadi indikator bahwa olahraga tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar.

Karena itu, kompetisi secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertemukan atlet dari berbagai daerah sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi pemain yang tengah berkembang.

Agustina juga memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan atlet usia muda.

Hal itu tercermin dari adanya kategori Kelompok Umur (KU)-14 putra dan putri dalam turnamen tersebut.

Ia menilai, kelompok usia tersebut merupakan bagian penting dalam menyiapkan regenerasi atlet padel di masa mendatang.

“Kelompok usia 14 putra dan putri inilah yang nantinya akan menjadi harapan untuk bisa berada di dalam posisi atlet berprestasi. Namun tidak menutup kemungkinan, kelompok usia 14 putra dan putri ini juga nanti akan dikembangkan di banyak turnamen yang akan dilaksanakan di Kota Semarang,” ujarnya.

Kolaborasi Tanpa APBD

Turnamen Piala Wali Kota Semarang 2026 juga menjadi contoh kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan olahraga.

Agustina menegaskan, penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak menggunakan anggaran Pemerintah Kota Semarang maupun dana pribadi wali kota.

Pembiayaan kegiatan berasal dari dukungan sponsor, iuran, serta kontribusi para peserta.

“Tidak serupiah pun saya keluar uang. Padahal ini turnamennya piala wali kota. Terus yang kedua Pemerintah Kota Semarang juga enggak keluar uang. Jadi duitnya semuanya acara ini dari mana? Ini dari para sahabat, sponsor dan iuran banyak orang dan tentu yang paling besar adalah dari peserta,” tegas Agustina.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, panitia, peserta, komunitas, dan masyarakat yang turut mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.

Menurut Agustina, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan olahraga tidak selalu harus bergantung pada pembiayaan pemerintah, tetapi dapat tumbuh melalui partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak.

Dorong Sport Tourism

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, penyelenggaraan turnamen padel berskala nasional dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi Kota Semarang.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah yang datang bersama keluarga maupun pendamping turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha masyarakat.

Agustina melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan konsep sport tourism di Kota Semarang.

“Semarang ini punya peluang besar. Ketika orang datang untuk berolahraga, mereka juga akan tinggal, makan, menggunakan transportasi, dan mengenal berbagai hal yang ada di Kota Semarang,” ujarnya.

Ia berharap kompetisi padel dapat terus digelar secara rutin di Kota Semarang. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang mengenal dan tertarik menekuni olahraga tersebut.

Menurutnya, perkembangan fasilitas, komunitas, kompetisi, dan pembinaan atlet harus berjalan secara beriringan agar ekosistem olahraga padel di Kota Semarang semakin kuat.

Diikuti 197 Pasangan

Turnamen Piala Wali Kota Semarang 2026 diselenggarakan Pengurus Kota Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Semarang pada 28–30 Agustus 2026.

Mengusung tema “Kota Semarang Home of Padel Indonesia”, kejuaraan tersebut diikuti 197 pasangan dari berbagai daerah.

Sebanyak tujuh kategori dipertandingkan, yakni Men’s Silver, Men’s Bronze, Women’s Bronze, Men’s Beginner, Women’s Beginner, KU-14 Putra, dan KU-14 Putri.

Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp230 juta, serta trofi dan medali bagi para pemenang.

Melalui turnamen tersebut, Kota Semarang tidak hanya diharapkan menjadi tempat berlangsungnya kompetisi, tetapi juga berkembang sebagai salah satu pusat pembinaan dan pengembangan olahraga padel nasional.***

0 Komentar