Wisma Perdamaian Semarang Bergemuruh, Forkot POTBI 2026 Jadi Panggung Kreativitas Lintas Generasi

0 Komentar


SEMARANG, (Adaharapan.net) – Riuh tepuk tangan dan semangat peserta mewarnai Gedung Wisma Perdamaian Semarang, Minggu (4/10/2026). Dari pelajar hingga masyarakat umum, mereka datang membawa energi dan kemampuan terbaik untuk ambil bagian dalam Festival Olahraga Rekreasi Kota (Forkot) POTBI Kota Semarang 2026.

Beragam penampilan tersaji sepanjang kegiatan. Ada yang menunjukkan keluwesan dalam tari, ada pula yang tampil kompak dalam kategori beregu hingga peserta yang memperlihatkan kemampuan dalam olahraga rekreasi Line Dance. Suasana kompetisi pun berpadu dengan kegembiraan dan kebersamaan antarpeserta.

Forkot POTBI Kota Semarang 2026 diselenggarakan KORMI Kota Semarang bersama 37 induk organisasi olahraga (inorga) di bawah naungan KORMI.

Sejak kegiatan berlangsung, Gedung Wisma Perdamaian tampak semarak. Para peserta tampil dengan persiapan masing-masing, sementara dukungan dari pendamping, keluarga maupun peserta lainnya turut menambah atmosfer kompetisi.

Salah satu kategori yang menjadi perhatian adalah Lomba Tari Semarang Hebat tingkat SD.

Peserta dari sejumlah sekolah dasar di Kota Semarang tampil di hadapan dewan juri dengan membawa kreativitas dan kemampuan masing-masing.

Gisela Yoga Ayu Widodo dari SDN Petompon 02, nomor dada 005, berhasil menjadi juara pertama dengan nilai 1.085.

Jasmine Nurannisa Maharani dari SD Sendangmulyo 04 menempati posisi kedua dengan nilai 1.065. Sementara Aina Salsabila dari SDN Sawah Besar 01 meraih juara III dengan nilai 1.035.

Juara IV diraih Khaira Fazilah Hamzah dari SDN Kembangsari 01 dengan nilai 945. Posisi kelima ditempati Thelsea Dinda Azzra dari SDN Kembangsari 01 dengan nilai 940.

Adapun posisi keenam diraih Alesha Naila Putri dari SDN Purwoyoso 03 dengan nilai 935.

Persaingan Kategori Nusantara

Semangat kompetisi juga terlihat pada kategori Lomba Perorangan SD Nusantara (Pemula). Aerilyn Bellvania Annabelle dari SDN Petompon 02, nomor dada 045, berhasil menjadi juara pertama dengan nilai 805.

Farzana Arsyila Maheswari dari SDN Pedurungan Kidul 05 meraih juara II dengan nilai 770. Sedangkan Rabia Mycta Rahmania dari SDN Kembangsari 01 berada di posisi ketiga dengan nilai 745.

Pada kategori Lomba Perorangan SD Nusantara, persaingan kembali berlangsung ketat. Gisela Yoga Ayu Widodo dari SDN Petompon 02, nomor dada 005, kembali mencatatkan prestasi dengan meraih juara pertama setelah memperoleh nilai 920.

Juara II diraih Selma Alivia Kirani A dari SDN Petompon 02 dengan nilai 875. Sementara Abhinaya Jenar A dari SDN Pedurungan Kidul 05 menempati posisi ketiga dengan nilai 850.

Forkot POTBI juga memberikan ruang bagi peserta untuk berkompetisi dalam kategori beregu.

Dalam Lomba Beregu SD Nusantara, peserta nomor dada 004 dari SDN Petompon 02 menjadi juara pertama dengan nilai 1.105.

Juara II diraih nomor dada 007 dari SDN Kembangsari 01 dengan nilai 892. Kemudian nomor dada 003 dari SDN Pedurungan Kidul 05 meraih juara III dengan nilai 855.

Posisi keempat ditempati nomor dada 006 dari SDN Kembangsari 01 dengan nilai 840. Selanjutnya nomor dada 009 dari SDN Pedurungan Kidul 05 meraih juara V dengan nilai 833.

Sedangkan juara VI diraih nomor dada 010 dari SD Kanisius Kurmosari dengan nilai 815.

Siswa SMP dan SMA Ikut Meramaikan

Tidak hanya siswa sekolah dasar, peserta dari jenjang SMP hingga SMA juga turut menunjukkan kemampuan dalam Lomba Tari Semarang Hebat.

Mereka tampil membawa nama sekolah masing-masing. Selain ketepatan gerakan, peserta juga dituntut memperlihatkan kreativitas dan penguasaan panggung selama penampilan.

Yasmine Putri Arienanda dari SMKN 6 Semarang berhasil meraih juara pertama dengan nilai 1.105.

Mahardika Erma Safitri dari SMAN 10 Semarang menempati posisi kedua dengan nilai 1.045. Sementara Jihan Alifatunnisa dari SMP 34 meraih juara III dengan nilai 1.035.

Juara IV diraih Bryna Sefaya Ramadhani dari SMPN 36 Semarang dengan nilai 1.000.

Naura Nabila Bahij dari SMA Negeri 2 Semarang berada di peringkat kelima dengan nilai 985. Posisi keenam ditempati Khaeza Balqis Putri Mareta dari SMK Swadaya Semarang dengan nilai 930.

Line Dance Libatkan Berbagai Kelompok Usia

Semarak Forkot POTBI semakin terasa ketika kategori Line Dance digelar. Perlombaan tersebut dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni 45 tahun ke bawah dan 45 tahun ke atas.

Pada kelompok usia 45 tahun ke bawah, juara pertama diraih Anita Widyati, M.Pd., nomor dada 086, dengan nilai 1.035.

T Pertiwi S menempati posisi kedua dengan nilai 980, sedangkan Reni Sri Lestari berada di peringkat ketiga dengan nilai 945.

Fadhila Setyaningrum meraih juara IV dengan nilai 900 dan Kurniawati menjadi juara V dengan nilai 895.

Sementara pada kategori Line Dance 45 tahun ke atas, peserta nomor dada 098 menjadi juara pertama dengan nilai 1.010.

Deasy Safarianti menempati posisi kedua dengan nilai 1.005. Kemudian Martini Suliman meraih juara III dengan nilai 920.

Juara IV diraih Sulastri dengan nilai 900, sedangkan Rohayati berada di posisi kelima dengan nilai 895. Peserta nomor dada 097 atas nama Roestianah juga tercatat dalam daftar penerima penghargaan kategori tersebut.

Para peserta yang berhasil menjadi juara memperoleh piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Menjadi Bagian dari Pembinaan

Ketua POTBI Jawa Tengah Kadartiastuti, S.E., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Forkot POTBI Kota Semarang 2026.

Menurutnya, kompetisi seperti ini penting sebagai ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga masyarakat.

Forkot juga menjadi kesempatan untuk memantau potensi peserta yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena KORMI Kota Semarang dijadwalkan mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) Jawa Tengah 2026 yang akan digelar di Semarang pada Minggu, 6 Desember 2026.

Kadartiastuti berharap para peserta yang telah menunjukkan kemampuan dalam Forkot dapat terus berlatih sehingga mampu memberikan prestasi terbaik ketika berlaga pada ajang Forda.

Catatan prestasi POTBI Kota Semarang pada Forda 2025 menjadi modal tersendiri. Saat itu, POTBI Kota Semarang berhasil mengoleksi 9 medali emas, 7 medali perak dan 1 medali perunggu serta menjadi juara umum POTBI Jawa Tengah.

Karena itu, rangkaian Forkot POTBI Kota Semarang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan minat olahraga, memperluas pembinaan serta membuka peluang lahirnya peserta-peserta berprestasi dari berbagai kelompok usia.

Keterlibatan pelajar, masyarakat umum dan berbagai komunitas sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga rekreasi dapat dikemas secara kompetitif tanpa kehilangan sisi menyenangkan dan kebersamaan.***

0 Komentar